Nama :Darari Albajilly
Npm : 29110373
Kelas : 1KB01
Penderitaan
Penderitaan menurut istilah itu berasal dari kata derita yang berarti menahan atau menanggung.Jadi definisi penderitaan adalah suatu situasi yang dialami oleh manusia untunk menahan dan menanggung segala fakta atau sesuatu yang tidak menyenangkan. Tuhan itu menciptakan berbagai macam penderitaan kepada makhluknya dari mulai penderitaan ringan hingga penderitaan berat, hanya tinggal manusianya saja menyikapi dan siap menerima segala cobaan dari Tuhan.Penderitaan itu dapat berbentuk penderitaan jasmani dan penderitaan rohani.Penderitaan jasmani seperti penderitaan yang dirasakan oleh seseorang yang menimpa pada fisiknya atau keadaan lingkungan sekitarnya,sedangkan penderitaan rohani adalah penderitaan yang dirasakan didalam diri manusia itu sendiri seperti tekanan mental dan segala penderitaan yang menimpa psikis manusia.Setiap manusia pasti akan mengelami masa penderitaannya di bumi ini. Hidup didunia ini tidak semudah membalikan telapak tangan saja, tetapi kita dipacu agar kita dapat berusaha keluar dari keterpurukan dan penderitaan selama kita hidup di dunia ini. Seberat-beratnya penderitaan manusia ,Tuhan pasti akan memberikan bantuan terhadap makhluknya yang bisa bersabar menerima nasib dan berusaha untuk keluar dari penderitaan yang menimpa dirinya.
Siksaan
Siskaan itu adalah sesuatu hal yang menimpa terhadap manusia dan membuat si manusia itu menderita yang sangat traumatis dan mendalam.
Siksaan juga dapat berupa siksaan rohani dan jasmani. Sudah banyak sekali didunia ini bermacam-macam siksaan sehingga manusia itu sudah putus asa dan tidak ada semangat untuk hidup.Siksaan jasmani sering kali kita temukan di kehidupan kita, dari mulai siksaan yang keji seperti pemerkosaan,pembunuhan dan banyak lagi siksaan keji yang terjadi pada manusia.dalam segi psikis otak manusia ini dipenuhi dengan hal yang sangan jauh dari nalar kesadaraannya. Faktor kurangnya pendalaman kepercayaan dan mental dapat mengakibat kekalutan manusia untuk melakukan penyiksaan terhadap manusia atau makhluk-makhluk lainnya. Siksaan didunia ini belum seberapa dibandingkan siksaan Tuhan yang sangat amat berat nanti. Manusia bagaikan semut-semut yang hanya tinggal diinjak oleh sang Pencipta nantinya.
Tiga Siksaan Bersifat Psikis
* Kebimbangan , siksaan ini terjadi ketika manusia sulit untuk menentukan pilihan yang mana akan meraka ambil dan mereka tidak ambil. Situasi ini sangat membuat psikis manusia tidak stabil dan butuh pertimbangan yang amat sangat sulit.
* Kesepian , merupakan perasaan sepi yang amat sangat tidak diinginkan oleh setiap manusia. Pada hakikatnya manusia itu adalah makhluk yang bersosial ,hidup bersama dan tidak hidup seorang diri.Faktor ini dapat mengakibatkan depresi kejiwaan yang berat dan merupakan siksaan paling mendalam yang menimpa rohani manusia
*Ketakutan , adalah suatu reaksi psikis emosional terhadap sesuatu yang ditakuti oleh manusia.
Rasa takut ini dapat menimbulkan traumatik yang amat mendalam. Dampaknya manusia bisa kehilangan akal pikirannya dan membuat manusia berkejatuhan mental.
Kekalutan Mental
Kekalutan mental merupakan gangguan kejiwaan atau psikis manusia akibat ketidakmampuan akan persoalan yang dihadapi oleh manusia sehingga tingkah laku dan pola berfikirnya menyimpang. Disini manusia tidak hanya kehilangan akan kesadarannya tetapi sudah terjatuh kedalam siksaan mental yang sangat mendalam. Faktanya cobaan seperti ini menimpa seseorang yang akhlak dan psikisnya lemah. Akibatnya manusia mengalami depresi berat dan tidak dapat merasakan keadaan lingkungan disekitarnya. Oleh karena itu kekalutan mental harus ditangani dengan siraman rohani , agar mengokohkan mental serta psikis otak manusia.
Gejala-gejala Seseorang mengalami Kekalutan Mental
- nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak nafas, demam, nyeri pada lambung
- nampak pada kejiwaan dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah
- kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna
- terjadi konflik sosial budaya
- Cara pematangan batin salah dengan memberi reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial.
Tahap Bentuk Gangguan jiwa atau frustasi antara lain :
- Regresi adalah kembali pada pola perilaku yang primitive atau kekanak – kanakan
- Identifikasi adalah menyamakan diri sendiri dengan seseorang yang sudah sukses salam imaginasinya.
- Autisme adalah menutup diri secara total dari dunia riil, dan tidak mau berkomunikasi dengan orang lain. Ia puas dengan fantasinya sendiri yang menjurus ke sifat ketidak warasan.
- Agresi berupa kemarahan yang melupa luap akibat emosi yang tak terkendali secara fisik.
- Proyeksi merupakan usaha atau memproyeksikan kelemahan dan sikap – sikap sendiri yang negative kepada orang lain.
- Narsisme adalah self love berlebihan sehingga yang bersangkutan merasa dirinya superior daripada orang lain.
- Fikasi adalah peletakan pembatasan pada suatu pola yang sama (tetap) misalnya membisu.
Sebab-sebab Timbulnya Kekalutan Mental
Berikut merupakan beberapa sebab timbulnya kekalutan mental, antara lain :
- Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna.
- Terjadinya konflik sosial budaya.
- Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial.
- Faktor lingkungan yang kurang memadai dan kurang pendalaman akhlak kerohanian
- Masalah-masalah yang timbul yang mengakibatkan kebimbangan dan tidak ada pemecahannya.
- Keterbelakangan mental yang telah terajadi ketika dilahirkan atau faktor keturunan
Proses-proses Kekalutan Mental
a. Positif : trauma (luka jiwa) yang dialami dijawab secara baik sebagai usaha agar tetap survive dalam hidup, misalnya melakukan sholat tahajut waktu malam hari untuk memperoleh ketenangan dan mencari jalan keluar untuk mengatasi kesulitan yang dihadapinya, ataupun melakukan kegitan yang positif setelah kejatuhan dalam kehidupan.
b. Negatif : trauma yang dialami diperlannkan atau diperturutkan, sehingga yang bersangkutan mengalami frustasi,yaitu tekanan batin akibat tidak tercapainya apa yang diinginkan.
b. Negatif : trauma yang dialami diperlannkan atau diperturutkan, sehingga yang bersangkutan mengalami frustasi,yaitu tekanan batin akibat tidak tercapainya apa yang diinginkan.
(sumber -http://www.elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/ilmu_budaya_dasar/bab6-manusia_dan_penderitaan.pdf
-www.wikipedia.org
STUDI KASUS
-www.wikipedia.org
STUDI KASUS
KOMPAS.com - Kisah penganiayaan atas tenaga kerja Indonesia, terutama perempuan yang bekerja di luar negeri, bukan lagi hal baru. Hampir setiap tahun, kasus ini selalu terjadi, baik di Malaysia, Singapura, maupun Timur Tengah. Reaksi kepedulian pemerintah hanya sesaat disertai janji pembenahan.
Namun, janji ini selalu nihil sebab kisah yang sama terulang kembali. Malah penganiayaan ini semakin menjadi-jadi membuat hati tersayat-sayat pilu.
Berdasarkan data Migrant Care, jumlah TKI yang bermasalah pada tahun 2008 sebanyak 45.626 orang. Tahun 2009 sekitar 44.569 orang dan selama Januari-Oktober 2010 mencapai 25.064 orang.
Korban terbanyak bekerja di Arab Saudi, yakni berkisar 48,29 persen-54,10 persen. Mereka menderita beragam masalah, seperti gaji tidak dibayar, kekerasan seksual, dianiaya sampai tewas, serta dianiaya hingga mengalami cacat fisik.
Kini, kasus serupa timbul lagi di Arab Saudi yang menimpa Sumiati (23) asal Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan Kikim Komalasari asal Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Kikim dianiaya hingga tewas oleh majikannnya, sedangkan Sumiati digunting bibirnya. Suatu tindakan yang tidak bisa ditoleransi apa pun alasannya.
Bukan tak mungkin kasus sejenis akan dialami TKI lainnya. Apalagi, penanganan kasus TKI yang dilakukan Pemerintah Indonesia sama sekali tidak menyentuh akar persoalan yang sesungguhnya.
Sebaliknya, pemerintah dan semua pihak terkait selalu berbangga jika mendengar majikan dihukum dan TKI diberikan berbagai biaya sebagai kompensasi. Tetapi, sumber masalah yang ada di dalam negeri tetap dibiarkan kian menggurita.
Akar masalah itu mulai dari tata cara dan mekanisme perekrutan, proses penyiapan keterampilan, sistem pengiriman, hingga sejumlah ketentuan lainnya, termasuk adanya sindikat dalam pengiriman TKI. Para pelaku sindikat tidak peduli seperti apa nasib TKI di luar negeri. Yang penting bagi mereka adalah menikmati keuntungan dari transaksi pengiriman TKI.
Sumber masalah itu sudah berkali-kali diungkapkan secara telanjang. Solusi juga sudah banyak diberikan, tetapi pemerintah sama sekali tidak punya niat serius untuk menuntaskan masalah.
”Terkesan pemerintah tidak pernah merasa bersalah. Mereka malah menganggap sudah bekerja maksimal. Padahal, rasa bersalah itu penting sebagai modal melakukan perbaikan,” kata Direktur Eksekutif Institut for Ecosoc Rights Sri Palupi.
Sumber :
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/11/30/09414283/Derita.TKI.yang.Akan.Terus.Berulang
OPINI :
Melihat dari kasus diatas saya dapat menyimpulkan bahwa setiap perbuatan yang kita lakukan itu pasti ada akibatnya, entah itu perbuatan buruk maupun perbuatan yang baik. Oleh karna itu berfikirlah matang-matang sebelum melakukan perbuatan, agar tidak merugikan orang banyak.Dan tidak semua penderitaan itu buruk karena pada setiap penderitaan banyak pelajaran dan hikmah yang dapat kita ambil.Sekian opini saya.
by:Darari Albajilly




